Salahkah Ulama Ketika Menerima Sumbangan ? Ini Jawabannya

Ulama Adalah Pewaris Para Ambiya,Yang Selalu Mencintai Dan Dicintai Ummat, Dari Dulu Sampai Sekarang Sangat Banyak Jasa-Jasa Yang Ditanam Untuk Mengapdi Kepada Agama,Bangsa Dan Negara Bahkan Negeri  Indonesia Raya Yang Kita Cintai Ini Juga Merdeka Tidak lepas Karena Perjuangan Mereka Para Ulama.

Kemudian Ketika Negeri Ini Makmur Sehingga Masyarakat Kembali Ingin Menggali Ilmu Dari Ulama, Semua Ulama Yang Ahlusunnah wal Jamaah Mengajakan Ilmu Kepada Ummat Mulai Ilmu Fardhu 'In Hingga Kajian-Yang Mendalam, Baik Mendirikan Pondok Pesantren, Dayah -Dayah Maupun Majlis-Majlis Ta'lim Guna Menghilangkan Sifat Kejahilan Ditengah-Teengah Masyarakat Mereka Tidak Pernah Megharap Pamrih Dari Siapapun

Akan Tetapi Masyarakat Maupun Santri Yang Mempunyai Akhlakul Karimah Maresakan Hal Ini Tidak Bisa Dibalas Dengan Uang Atau Dengan Materil Apapun Hanya-Sanya Banyak Yang Memberi Sumbangan,Infak Maupun Waqaf Untuk Menampakkan Adap dan Sunnah Ketika Kita Bertemu Dengan Orang-Orang Shalih Seperti layaknya Para Shahabat Bertemu Dengan Rasulullah Saw Dengan Membawa Hadiah Sebelum Menngunggkapkan "Najwa" (Pertanyaan Masalah Agama). Walaupun Sebenarnya Para Ulama Tidak Mengharapkan Materil Ini Akan Tetapi karunia Allah dari Hamba-Hambanya Yang Mempunyai Akhlakul Karimah.

Imam Nawawi menulis dalam mukadimah kitabnya, al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab,

وقد كان بعض المتقدمين إذا ذهب إلى معلمه تصدق بشيء وقال : اللهم استر عيب معلمي عني

Sebagian santri zaman dulu jika pergi ke gurunya ia bersedekah dan memberi sesuatu kepadanya, seraya memanjatkan doa, "Ya Allah, tutuplah aib guruku dariku dan jangan Engkau perlihatkan keburukannya kepadaku."

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. vid-umdah - All Rights Reserved
Template Created by ThemeXpose