TOP RATE

Video Terbaru

Pengukuhan dan Pengajian Zikir TASTAFI Aceh Timur Oleh Abu MUDI



Pada Tanggal 16 Muharram  1438 H atau  17 Oktober 2016 Abu Syaikh Hasanoel Basri HG (Abu MUDI) kembali melantik dan membentuk cabang Pengajian dan Zikir TASTAFI (Tasawuf,Tauhid Dan Fiqah) Aceh Timur, dalam pelantikan kali ini juga hadir bupati Aceh Timur Hasballah M Taeb atau kerab dipanggil  dengan Rocki serta ribuan jamaah muslimin-muslimat baik kaum muda maupun yang tua berasal dari berbagai daerah atau desa-desa kabupaten setempat.

Bupati Aceh timur Hasabalah M Taeb dalam sambutannya menyerukan mari kita eratkan ukhuwah Islamiyah dalam bingkai Ahlusunnah Wal Jama’ah I’tiqadiyah dan Syafii amaliah dan janganlah kita saling bercerai-berai yang akan menyebabkan kita lemah.

Pelantikan Dan Pengukuhan kali ini adalah ke lima kalinya setelah pengukuhan TASTAFI Kabupaten Pidie,Pidie Jaya,Aceh Utara dan Aceh Jaya. Dalam Pelantikan Abu MUDI dan ketua terpilih TASTAFI terpilih tgk Nawawi atau kerap disapa dengan Yah Wi membacakan ikrar dan Bai’at dihadapan bebereapa pengurus TASTAFI harian Aceh Timur.

Abu MUDI menjelaskan makna yang dikandung dalam pengertian TASTAFI berdasarkan hadis-hadis yang sangat banyak yang tersirat kewajiban seseorang menuntut ilmu fardhu I’n berupa ilmu Tasawuf penjaga hati dari sifat-sifat tercela,ilmu tauhid sebagai pondasi dalam mengenal Allah berupa sifat 20 wajib diketahui dan Fiqah sebagai ilmu kaifiyat melakukan ibadah amaliah zahir sehari-hari. Abu MUDI juga sangat mengharapkan kepada seluruh  kalangan masyarakat agar mendukung dalam membentengi aqidah ASWAJA dari ajaran yang menyimpang guna berjalannya syariat Islam di Aceh.




 

Pengajian TASTAFI Kota Banda Aceh Di MRB 6 Muharram 1438 H ‘’Kelebihan Hari A'syura''



Pengajian TASTAFI Kota Banda Aceh Di MRB 6 Muharram 1438 H ‘’Kelebihan Hari A'syura''
Nara Sumber : Abu Syaikh Hasanoel Basri HG

Kelebihan Bulan Muharram

Bulan Muharram adalah salah satu bulan haram yang dimaksudkan haram melakukan perperangan, karena dalam setahun terdapat 4 bulan haram yaitu Zulkaidah,Zulhijjah,Muharram Dan Rajab, Dalam bulan Muharram terdapat hari-hari yang mulai terutama hari A’syura yang mana terdapat keutamaan dan kejadian yang luar biasa.

Pengajian TASTAFI pada kali ini edisi 6 Muharram 1438 H Abu MUDI tidak membacakan kitab Siarus Salikin sebagaimana biasanya,akan tetapi beliau membaca kitab I’anatu Thalibin karangan Abi Bakar Syata kerena mengingat memontum yang tepat menyambut kedatangan hari A’syura beberapa hari lagi.

Dalam kitab I’anatu Thalibin terdapat suatu faedah yang menerangkan kelebihan hari Asyura yang biasa kami rangkum sebagai berikut :
Diwajibkan Allah puasa sehari kepada ummat nabi Musa as (Bani Israil) yaitu pada  sepuluh Muharram (A’syura) .Sedangkan bagi kita sebagai ummat nabi Muhammad saw disunnahkan berpuasa dan menafkahkan keluarga pada hari tersebut sebagai tambahan supaya berbeda dengan Yahudi disunnahkan juga kita berpuasa hari Tasu’a (9 Muharram) dua amalan ini adalah sepakat para ulama dengan riwayat yang sahih.

Ada beberapa riwayat yang terjadi berbeda pendapat para ulama tentang amalan hari A’syura (10 Muharram) akan  tetapi boleh diamalkan karena bagian dari fadhail amal, diantaranya : 
Memotong kuku,mengusab kepala anak yatim,bersedekah, shalat sunnah A’syura,memakai celak, mengunjungi ulama ,menjenguk orang sakit dan membaca surat Al Ikhlas 1000 kali.

Diantara kejadian pada hari A’syura adalah:

1. Diampunkan Allah nabi Adam as dari kesalahan memakan buah khuldi serta diangkatnya sebagai Safiyullah.
2. Diangkatkan nabi Idris as ketempat yang tinggi (langit).
3. Dikeluarkan nabi Nuh as dari bahtera.
4. kelepasan nabi Ibrahim as dari api raja Namrud,
5. Diturunkan Taurat kepada nabi Musa as
6. Disembuhkan nabi Ayyub as,
7. Dikeluarkan nabi Yunus as dari perut ikan
8. Terbelah laut untuk bani Israil, diampunkan nabi Daud as
9. Diiberikan Allah kerajaan bagi nabi Sulaiman as,
10. Diampunkan dosa nabi Muhammad as baik dosa yang terdahulu maupun yang akan datang.
11. Hari Asyura hari pertama turun hujan ,pertama rahmat,dijadikan langit dan bumi.

Diantara kelebihannya juga ‘’Barang siapa yang bersedekah pada hari A’syura seolah-olah ia tidak pernah menolak orang yang meminta-minta dan Barang siapa mengunjungi orang sakit pada hari A’syura maka seolah-olah ia mengunjungi orang yang sakit keseluruhannya’’.

Salahkah Ulama Ketika Menerima Sumbangan ? Ini Jawabannya

Ulama Adalah Pewaris Para Ambiya,Yang Selalu Mencintai Dan Dicintai Ummat, Dari Dulu Sampai Sekarang Sangat Banyak Jasa-Jasa Yang Ditanam Untuk Mengapdi Kepada Agama,Bangsa Dan Negara Bahkan Negeri  Indonesia Raya Yang Kita Cintai Ini Juga Merdeka Tidak lepas Karena Perjuangan Mereka Para Ulama.

Kemudian Ketika Negeri Ini Makmur Sehingga Masyarakat Kembali Ingin Menggali Ilmu Dari Ulama, Semua Ulama Yang Ahlusunnah wal Jamaah Mengajakan Ilmu Kepada Ummat Mulai Ilmu Fardhu 'In Hingga Kajian-Yang Mendalam, Baik Mendirikan Pondok Pesantren, Dayah -Dayah Maupun Majlis-Majlis Ta'lim Guna Menghilangkan Sifat Kejahilan Ditengah-Teengah Masyarakat Mereka Tidak Pernah Megharap Pamrih Dari Siapapun

Akan Tetapi Masyarakat Maupun Santri Yang Mempunyai Akhlakul Karimah Maresakan Hal Ini Tidak Bisa Dibalas Dengan Uang Atau Dengan Materil Apapun Hanya-Sanya Banyak Yang Memberi Sumbangan,Infak Maupun Waqaf Untuk Menampakkan Adap dan Sunnah Ketika Kita Bertemu Dengan Orang-Orang Shalih Seperti layaknya Para Shahabat Bertemu Dengan Rasulullah Saw Dengan Membawa Hadiah Sebelum Menngunggkapkan "Najwa" (Pertanyaan Masalah Agama). Walaupun Sebenarnya Para Ulama Tidak Mengharapkan Materil Ini Akan Tetapi karunia Allah dari Hamba-Hambanya Yang Mempunyai Akhlakul Karimah.

Imam Nawawi menulis dalam mukadimah kitabnya, al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab,

وقد كان بعض المتقدمين إذا ذهب إلى معلمه تصدق بشيء وقال : اللهم استر عيب معلمي عني

Sebagian santri zaman dulu jika pergi ke gurunya ia bersedekah dan memberi sesuatu kepadanya, seraya memanjatkan doa, "Ya Allah, tutuplah aib guruku dariku dan jangan Engkau perlihatkan keburukannya kepadaku."

Rakyat Turki : "Kami mencintai Erdogan"



 Lihat Vidio Di Sini : https://www.youtube.com/watch?v=dj1iG3MySWk
Teladan dari Turki
Jangan pernah bohongi dan dzolimi rakyat, bercermin pada masyarakat Turkey mereka cinta kepada pemimpin mereka, mereka loyal kepada pemimpin, jika pemimpin cinta dan tidak bohongi rakyat maka apapun perintah pemipin pasti di dengar oleh rakyat.
Pukul 2 pagi, puluhan juta rakyat Turkey turun ke jalan untuk menolak usaha kudeta dari para oknum militer, turun ke jalan dan melakukan demo adalah himbuan presiden Turkey dan hanya hitungan tak kurang dari 10 menit..puluhan juta rakyat turkey turun ke jalan.
Terbukti, kekuatan seorang pempimpin bukan letak pada senjata dan besar jumlah militer, tapi pada kecintaan pemimpin kepada rakyatnya.
luar biasa melihat loyal rakyat kepada pemimpin dan begitu cintanya pemimpin kepada rakyatnya.
Bang Onim - Jurnalis Muslim Indonesia di Gaza Palestina -

PERSATUAN UMAT LEBIH PENTING DARIPADA PENDAPAT BARU



Diceritakan dalam kitab al-Musawwadah fi Ushul al-Fiqh karya trio Ibnu Taimiyah:
(عن القاضي أبى يعلى أنه قصده فقيه ليقرأ عليه مذهب أحمد فسأله عن بلده فأخبره.
Al-Qadhi Abu Ya'la didatangi seorang pelajar fiqih untuk belajar mazhab Hanbali kepadanya. Lalu Abu Ya'la menanyakan tentang negeri asalnya. Pelajar itu mengabarkan tentang hal ihwal negerinya.
فقال [أي أبو يعلى] له: إن أهل بلدك كلهم يقرأون مذهب الشافعي فلماذا عدلت أنت عنه إلى مذهبنا.
Abu Ya'la berkata kepadanya: Penduduk negerimu semuanya mengikuti mazhab Syafi'iy. Kenapa Anda akan berpindah ke mazhab kami?
فقال له: إنما عدلت عن المذهب رغبة فيك أنت.
Pelajar itu berkata: Aku berpindah dari mazhab Syafi'iy karena suka kepada Anda.
فقال [القاضي أبو يعلى]: ان هذا لا يصلح فإنك إذا كنت في بلدك على مذهب أحمد وباقي أهل البلد على مذهب الشافعي لم تجد أحدا يعيد معك، ولا يدارسك وكنت خليقا أن تثير خصومة وتوقع نزاعاً، بل كونك على مذهب الشافعي حيث أهل بلدك على مذهبه أولى ودله على الشيخ أبى إسحاق وذهب به إليه).
Abu Ya'la berkata: Ini jelas tidak baik. Jika Anda hidup di negerimu mengikuti mazhab Hanbali, sementara seluruh penduduk negerimu mengikuti mazhab Syafi'iy, Anda tidak akan menemukan seseorang yang akan mengulangi pelajaran dan belajar bersama Anda. Anda pasti akan mengobarkan permusuhan dan menimbulkan pertengkaran. Justru Anda mengikuti mazhab Syafi'iy seperti penduduk negeri Anda itu lebih baik.
Kemudian Abu Ya'la menunjukkan pelajar tersebut kepada Syaikh Abu Ishaq dan membawanya kepada beliau untuk belajar fiqih Syafi'iy.
Syaikh Abi Ishaq adalah pengarang kitab al-Muhadzdab, kitab monumental dalam mazhab Syafi'iy yang di-syarah oleh Imam Nawawi dengan kitab al-Majmu'.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas adalah, para ulama tidak suka dengan para ustadz pendatang baru yang berbeda mazhab dengan penduduk lokal, karena akan menimbulkan konflik dan permusuhan. Ini sekarang banyak terjadi di negeri kita.

MUDI MESRA : Pengajian Ramadhan Dapat Diikuti via Live Streaming



MUDI MESRA Lembaga Pengembangan Dakwah MUDI Mesjid Raya Samalanga akan menyiarkan secara langsung Pengajian Ramadhan tahun ini. Pengajian kitab Syarah al-Hikam yang diasuh oleh Abi MUDI tersebut akan diadakan rutin setiap selesai shalat Subuh pada pukul 06.00 WIB. Pengajian secara langsung via live streaming ini sudah dapat diikuti mulai besok Selasa pagi (08/06/2016).

Salah seorang staf LPDM, Tgk Yusrizal mengungkapkan tujuan dari live streaming ini untuk memudahkan santri, dewan guru, alumni dan juga masyarakat agar dapat mengikuti pengajian ini di rumah masing-masing. "Sebelumnya banyak dari masyarakat dan alumni yang meminta pengajian bersama Abi dapat disiarkan secara live. Alhamdulillah kita sudah siap menyiarkannya mulai besok," Kata Tgk Yusrizal.

 
Selain melalui website Livestream, tayangan langsung pengajian ini juga bisa dinikmati melalui aplikasi di smartphone baik melalui sistem operasi Android maupun iOS. Aplikasi Livestream bisa didapatkan secara gratis di Google Play dan juga App Store. Setelah men-download aplikasi yang dimaksud, pengguna diharuskan mendaftar terlebih dahulu sebelum kemudian melakukan pencarian 'syarah al-hikam' untuk bisa dapat menyaksikan Pengajian Syarah Al-Hikam bersama Abi MUDI langsung dari Mesjid Poe Teumeureuhom.

Berikut ini link untuk live streaming melalui PC.

Ini 5 Sikap Orangtua Santri yang Bisa Menyebabkan Anaknya Gagal di Pesantren



Kalau jaman dahulu, masih banyak orang yang menuntut ilmu di pesantren dengan kemauan dan tekad sendiri. Para orangtua hanya mampu mendukung dengan doa restu, sedangkan si anak harus mencari bekal sendiri. Muncullah kelompok santri yang disebut santri kasab atau santri pekerja. Mereka belajar dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan di pesantren.

Lain dulu lain sekarang. Karena perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pergaulan anak semakin mengkhawatirkan para orangtua. Sehingga demi menyelamatkan anak dari pengaruh buruk pergaulan, dan agar lebih mudah dibentuk menjadi anak saleh, para orangtualah yang berinisatif memondokkan putra-putrinya ke pesantren.

Sehingga orangtua harus menerapkan berbagai cara agar si anak mau mondok. Demi anaknya tetap di pesantren, terkadang mereka yang anaknya sudah melewati tingkat kenakalan yang membuat pengurus angkat tangan, masih saja bersikeras agar anaknya tetap di pesantren.

Nah, terkait para orangtua yang bersemangat memondokkan anaknya, kelima sikap berikut ini layak diperhatikan. Karena, menurut pengalaman yang saya dengar dari para ustaz dan pengasuh pesantren, orangtua yang memiliki sikap tersebut anaknya justru kebanyakan tidak sukses menempuh pendidikan di pesantren. Berikut 5 sikap itu:

1. Terlalu Memanjakan Anak

Sebagian orangtua, bahkan di antaranya adalah alumni pesantren, terlalu memanjakan anaknya dengan memberi uang bekal berlebihan. Bagi alumni pesantren, khususnya yang dulunya di pesantren mengalami masa-masa sulit, hal itu dipicu keinginan agar anaknya tidak mengalami penderitaan seperti saat mereka dulu nyantri. Sebaliknya, bagi orangtua yang kaya dan bukan alumni pesantren, hal itu karena mereka ingin anaknya lebih tenang belajar.

Dalam sebagian kasus memang santri yang didukung dana berlebih bisa lebih tekun belajar. Namun sebatas yang saya jumpai di pesantren dan kata para santri senior, santri anak orang kaya biasanya justru kurang tekun belajar. Mereka terlena dengan nikmatnya punya uang banyak. Di pesantren, membelanjakan uang lebih leluasa ketimbang saat di rumah. Setiap bulan, “gajian” sudah pasti. Kalau di rumah, harus meminta dulu kalau ingin beli ini dan itu.

2. Terlalu Kritis terhadap Kebijakan Pesantren

Ada loh orangtua yang tidak terima kalau anaknya terkena hukuman karena pelanggaran di pesantren. Banyak bahkan. Kebijakan pengasuh dan pengurus pesantren mereka kritik habis-habisan. Seperti supporter bola yang mengomentari pertandingan, orangtua model ini menyodorkan berbagai usulan seolah ia paling tahu cara mendidik santri.

Kadang ia membanding-bandingkan satu pesantren dengan pesantren lainnya di hadapan kiai atau pengurus pesantren yang mendidik anaknya. “Kalau di pesantren A itu begini, di pesantren B itu bagitu, harusnya pesantren sini bisa seperti mereka.” Sebenarnya, pengasuh maupun pengurus kalau menghadapi orang macam ini menahan diri agar tidak kelepasan omong seperti begini: “Ya sudah anak bapak pondokkan ke sana saja!”

Menjaga perasaan pengasuh dan pengurus pesantren perlu diperhatikan para orangtua. Kalau tidak setuju dengan satu pesantren, kurang puas dengan cara mendidiknya, Anda bisa pindahkan ke pesantren lain, tapi dengan cara yang baik dan tidak perlu merendahkan, meremehkan, atau membandingkan satu pesantren dengan lainnya di hadapan pengasuhnya dengan nada mengkritik.

3. Kurang Mengerti Kenakalan Anak

Ada juga sebagian wali santri yang anaknya mengalami hukuman terberat berupa pemulangan atau pencabutan status anak didik, justru membela anaknya habis-habisan. Mereka merasa paling mengerti tingkah anaknya dan tidak terima saat pesantren memulangkan anaknya karena suatu kasus. Mereka beranggapan bahwa pesantren tidak becus membenahi sikap anaknya. Kadang malah ada yang membela sang anak dan mengatakan anaknya di rumah selalu bersikap baik.

Pesantren, sebagaimana umumnya lembaga pendidikan, ada saat di mana merasa sudah tidak mampu menangani kenakalan salah satu santri. Dalam kondisi ini, demi menghindari efek penularan kenakalan, maka keputusan paling umum adalah memulangkan santri yang sudah parah itu ke orangtuanya.

Kalau Anda tanyakan, bukankah pesantren itu ibarat bengkel moral yang siap mendandani kerusakan santri? Jawabnya, bengkel motor atau mobil saja ada kalanya angkat tangan terhadap kerusakan kendaraan yang benda mati, apalagi pesantren yang membengkeli makhluk hidup.

4. Kurang Perhatian

Salah satu sikap orangtua yang mendorong kegagalan santri adalah kurang perhatian terhadap perkembangan atau kemuduran anaknya. Orangtua model ini tak pernah menanyakan pada anaknya sudah sampai tingkat apa madrasah diniyahnya? Sudah selesaikah tugas hafalannya, dll. Mereka hanya berpikir bagaimana membekali anaknya dengan uang yang cukup.

Maka ketika terbongkar fakta bahwa anaknya di pesantren ternyata kurang giat belajar dan cenderung melanggar aturan, mereka terkejut. Sebagian lalu bersikap seperti poin nomor 3. Sebagian ya

Downloud Pengajian TASTAFI Edisi 04 maret 2016 (FULL)


Video Udara Kedatangan BUYA YAHYA di Mudi Mesra, Aceh

Video udara di ambil dengan drone/quot copter hasil karya Tim Kreasi Santri Mudi saat ribuan santri menyambut kedatangan Buya Yahya.




Jawaban Abu Mudi tentang masalah kredit

Jawaban Abu Mudi tentang masalah kredit (pimpinan pesantren MUDI Mesjid Raya Samalanga) yang disampaikan pada saat pengajian rutin bulanan Tastafi di Masjid Raya Baiturrahman-Banda Aceh.


Nasehat Almarhum Abu Panton Pada Acara Mubahasah Di MUDI Samalanga

Nasehat guru mulia, Almarhum Abu Panton pada acara Mubahatsah di MUDI Mesjid Raya Samalanga pada peringatan Haul Abon Aziz yang ke-23. Abu Panton merupakan salah seorang guru Abu MUDI dan termasuk salah seorang murid Abon Aziz yang sangat terkenal. Namanya tidak hanya dikenal di Aceh, namun juga harum senusantara. Semoga Allah menempatkannya di jannatun naim. aamiin.


Pengajian TASTAFI bersama Ayah Sop di Banda Aceh, Part II

Pengajian TASTAFI bersama Ayah Sop Jeunib (Tu sop), di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, 2015 Part II. Ayah Sop merupakan salah seorang murid senior Abu Mudi. Beliau sering disebut sebagai ulama cendikiawan Aceh karena pemikiran dan retorikanya yang sangat ilmiah, mirip dengan gaya akademisi.


Pengajian TASTAFI bersama Ayah Sop di Banda Aceh, Part I

Pengajian TASTAFI bersama Ayah Sop Jeunib (Tu sop), di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, 2015 Part I. Ayah Sop merupakan salah seorang murid senior Abu Mudi. Beliau sering disebut dengan ulama cendikiawan Aceh karena pemikiran dan retorikanya yang sangat ilmiah.


Penjelasan Buya Yahya, Strategi Dakwah di Era Multimedia [1]

Penjelasan Buya Yahya, Strategi Dakwah di Era Multimedia [1] di Pesantren MUDI Mesjid raya Samalanga Kabupaten Bireuen Aceh, Muharram 1437H 


Syaikh Nuruddin Al-Banjari: Hubungan Antara Syariat, Makrifat Dan Hakikat [1]

Penjelasan Syaikh Muhammad Nuruddin Marbu Al-Banjari al-Makki: Hubungan Antara Syariat, Makrifat Dan Hakikat [1] di Pesantren MUDI Mesjid Raya Samalanga 2015


Pengajian Tastafi (Tauhid Tashauf Fiqih) di Meureudu, Kajian kitab Matla'ul Badraini [2]

Pengajian Tastafi (Tauhid Tashauf Fiqih) dan tanya jawab bersama Abu Syaikh H. Hasanoel Bashry HG (Abu MUDI) di Meureudu, Kajian kitab Matla'ul Badraini, BAB Nikah.(2)



 
Copyright © 2013. vid-umdah - All Rights Reserved
Template Created by ThemeXpose